Begini Caraku Mewujudkan Mimpi



Lusa sehabis pulang dari rumah orang tua, saya sempat diskusi sebentar bersama suami. Diskusi yang awal mula membahas tentang anak melebar menjadi curahan hati. Bagi saya ini tak mengapa dan justru menjadi penting karena bagian dari refleksi diri masing-masing. Jujur pada pasangan dan mengerti apa mau ku dan apa mau mu.

Bersyukur sekali karena malam itu kami bisa bicara empat mata dan dari hati ke hati untuk mengungkapkan setiap rasa yang menempel dipikiran kami. Pembicaraan malam yang membawa berkah. Saya jadi mengerti di mana kekurangan saya sebagai istri dan ibu, begitu juga dengan beliau. Pada akhirnya pembicaran ini membawa kami pada pembentukan dan penyatuan visi misi keluarga.

Yup, siap instropeksi diri ke arah yang lebih baik. Saya punya keinginan, saya punya harapan, begitu juga dengan suami. Kami tidak bisa memaksakan keinginan kami. Namun, ada beberapa hal kapan harus menggunakan caraku dan kapan harus menggunakan caramu. Kami sosok yang berbeda yang mempunyai keunikan masing-masing. Termasuk dalam belajar dan mewujudkan impian. Biarkan dengan caraku bekerja mewujudkan mimpiku dan suami dengan caranya sendiri.

Kelihatannya mungkin sepele namun, ada beberapa hal yang terkadang cocok di saya tapi tak cocok di suami. Hampir sama dengan hoki, karena setiap orang membawa hokinya masing-masing yang berbeda.

Dan beginilah caraku mewujudkan mimpi. Menuliskan mimpi tersebut dan membacanya berulang-ulang sampai memasuki alam bawah sadar. Dengan mimpi yang besar, target yang besar, dan goal yang besar mampu memotivasi saya untuk bergerak mewujudkan impian. Saya termasuk orang yang yang menyukai target dan mudah move on.



Ketika gagal mencapai target, mungkin rasa kecewa ada, mood menurun juga bisa, akan tetapi saya anggap itu manusiawi. Hanya butuh beberapa hari untukmemulihkan mood saya kembali. Dengan target dan goal besar rasanya diri ini mampu untuk bergerak cepat dan mampu memotivasi saya untuk bekerja lebih keras dan cerdas dalam mewujudkan impian.

Salah satu alat yang membantu saya dalam melakukan ini semua adalah dreamboard atau papan mimipi. Jadi saya menuliskan mimpi-mimpi  tersebut, lengkap dengan kapan saya harus meraihnya. Alat yang berguna banget untuk mengingatkan arah dan tujuan jika saya melesat atau berubah haluan. Ketika down, melihat mimpi di dreamboard akan memotivasi saya kembali dan mengusir badmood yang melanda.

Oh iya, dreamboard ini diproduksi oleh indscript training centre milik teh Indari Mastuti. Anda bisa memilikinya melalui para konsultan atau leader indscript. Cukup dengan menyisihkan uang belanja  Rp 100.000 Anda sudah bisa memiliki dreamboard dan berkesempatan juga untuk mendapatkan penghasilan dengan ikut memasarkannya.

  #ODOA #indscriptwriting #indscriptcreative #emaksuperboard

Komentar